Rayakan Idul Fitri Cukup di Rumah Saja, Beda Dulu Beda Sekarang

komarudin, 24 May 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

OPINI-Alhamdulillah, hari raya Idul Fitri pun tiba. Semua orang (umat muslim) bersuka cita, gema takbir berkumandang di Mesjid-mesjid baik di Desa ataupun di Kota.

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

Yang artinya :
“Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”

Ada berbagai cara masyarakat dalam merayakan rasa suka cita pada malam takbiran menjelang Idul Fitri, ada yang takbir di dalam mesjid, ada yang takbir sambil menggelar pawai obor, ada juga takbir dilakukan dengan cara berkeliling/berkonvoi dengan menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tapi cara masyarakat ini, di tahun yang sebelumnya pandemi Covid-19 meraja sedunia,sekarang cukup di rumah saja.

Dahulu, merayakan suka cita jelang Idul Fitri, pemandangan menarik (takbir keliling), dimana lafaz takbir digemakan oleh segelintir orang, namun sekarang merayakan Suka cita Idul Fitri dihantui rasa ke khawatiran oleh pandemi Covid-19, maka pilihan masyarakat cukup dirumah saja.

Beda dulu beda sekarang, kini gema takbir hanya ada di Mesjid-mesjid saja dan itupun hanya segelintir saja masyarakat yang bertakbir di sana. Sedangkan, dahulunya masyarakat beramai-ramai ke Mesjid untuk bertakbir, Mushola, Corona,...oh Corona merubahnya semua.

Beda dulu beda sekarang, banyak masyarakat atau lebih dominan anak muda, lebih memilih membunyikan knalpot dan klakson kendaraannya daripada berkonvoi, melafazkan takbir( Kelililing) lebih memilih di rumah saja, yang jelas maknanya Idul Fitri adalah mengagungkan Allah SWT.

Sudahlah, begini cerita kini, mungkin cerita takbiran pada malam Idul Fitri di kemudian hari akan beda lagi. Baiknya kini kita saling memaafkan di hari yang fitri ini, agar hati kita kembali suci.

Serta marilah kita berjabat tangan sambil mengucapkan, “Taqabbalallahu minna waminkum” (Semoga Allah SWT menerima amalan puasa saya dan kamu).

“ja’ alanallahu minal aidin wal faizin” (Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang yang kembali fitrah dan orang yang mendapat kemenangan).

Ini hanyalah pemikiran dari penulis, jangan diambil hati. Untuk itu, dari lubuk hati terdalam “mohon maaf lahir dan batin”.


Mesuji, 24 Mei 2020
Udin.Journalist.id

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu