Group WA 'DPD utk Kang Fadlin Akbar WH' Hanya Iseng-Iseng Saja???...

INDONESIASATU.CO.ID:

Kota Serang - Terkait keterlibatan ASN yang mendukung salah satu calon DPD RI perwakilan Provinsi Banten, Bawaslu Provinsi Banten melakukan pemeriksaan di kantor Bawaslu Provinsi Banten kota Serang, Selasa (26/3/2019). 

Bawaslu melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi terlapor dan pihak terlapor. Menurut Samani, Komisioner Bawaslu Provinsi Banten, hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap 3 - 4 orang. 

"Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap 3 orang - 4 orang. Untuk yang tidak hadir diagendakan pemanggilan ulang. Sebenarnya agendanya kemarin, yang tidak hadir kemarin datang hari ini," ucap Samani. 

Samani menambahkan, untuk yang tidak hadir 2 kali, maka nanti tim akan memutuskan kelanjutan dari kasus ini. Untuk proses pemeriksaan diberikan waktu tujuh (7) hari, jika ada investigasi tambahan diberi waktu 7 hari, jadi kurang lebih selama 14 hari baru ada putusan. 

Sedangkan untuk pihak terlapornya sementara ada 5 orang, salah satunya Kepala Dinas Pertanian. 

Bahtiar dari Divisi Hukum Bawaslu membenarkan bahwa Bawaslu Banten sudah memeriksa pelapor, saksi terlapor, dan pihak terlapor.

"Untuk hari ini kita memeriksa 4 orang, 2 orang dari unsur ASN dan 2 orang lagi dari saksi pelapor," terang Bahtiar. 

Hasil pemeriksaan dari BKD Provinsi Banten memang benar bahwa mereka memang ASN. Ada Kepala Dinas Pertanian, Kasubag TU KCD Serang Cilegon, dan sebagainya. 

Hasil pemeriksaan kami, untuk yang membuat group WA tersebut (admin) adalah Faturrohman, Kasubag TU KCD Serang Cilegon dengan alasan hanya iseng-iseng saja, karena faktor kedekatan dengan Fadlin WH yang merupakan Calon Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Banten yang juga anak dari Gubernur Banten Wahidin Halim. 

Alasan kenapa di dalam group itu ada beberapa kepala dinas, karena awalnya ingin mengundang para kyai, sehingga diketik huruf K, ternyata yang keluar nama kepala dinas. 

"Niatnya pengen ngundang kyai-kyai, makanya diketik kode K, tau-tau asal add-add, ternyata kepala dinas yang dia add. Jadi murni kepala dinas itu dia add karena faktor ketidak sengajaan, dan dia katanya (Faturrohman, red) sudah meminta maaf kepada negara melalui kita dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Pada prinsipnya dia tidak mengetahui aturan yang melarang ASN atau PNS melakukan aktivitas dukung mendukung dalam bentuk seperti itu. Karena menurut mereka hal seperti itu tidak termasuk dalam kategori politik praktis, karena hanya sekedar itu-itu saja," tambah Bahtiar. (Amel) 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita